SALAH JALUR (Pengalaman Mudik Yang Tidak Diinginkan) @IDN_Horor #ceritaseram @bacahorror_id #bacahorror @ceritaht #ceritahorror (Gambar hanya ilustrasi)
Tepat 3 hari sebelum memasuki bulan puasa, Amar dan Jaki memutuskan untuk pulang dari tanah rantauan. Karena memang sudah 2 tahun lebih mereka tidak pernah pulang saat lebaran, jadi ketika tahun ini ada kesempatan, mereka pun langsung memilih untuk pulang lebih awal.
Agar bisa berkumpul bersama keluarga dibulan puasa hingga lebaran tiba. Rencananya mereka akan pulang dengan menaiki motor, Ya tentu itu akan menjadi perjalanan panjang bagi mereka, mengingat jarak tempat mereka bekerja sekarang dan kampung halaman mereka yang sangat jauh.
"Aku yakin perjalanan yang panjang ini akan memberikan pengalaman terbaik, yang akan selalu kita ingat sampai tua nanti." ujar Jaki penuh semangat
"Ya, siapa tau kita bertemu jodoh di perjalanan nanti. Bosan juga kan sendiri mulu, pengen juga punya bini." sahut Amar disambut gelak tawa oleh Jaki yang masih asyik mempersiapkan barang2 bawaannya
Malam itu mereka sengaja untuk tidur lebih awal, karena pagi2 sekali mereka berdua akan segera berangkat menuju kampung halaman.
Sekitar pukul 4 subuh, mereka bangun dan setelah melaksanakan sholat subuh, mereka berdua mulai bersiap2 untuk segera berangkat. Dengan menaiki sebuah motor berdua mereka pun memulai perjalanan dengan penuh senyuman.
"Kalau capek bilang ya mar, kita gantian bawa motornya." ujar jaki yang berada dibelakang "Siap.. Ini kita sambil cari warung dulu ya. Bawa sarapan biar gak masuk angin." jawab amar
"Iyaa.." Sekitar pukul 8 pagi, mereka pun menemukan jejeran warung makan yang sudah pada buka, mereka singgah disalah satu warung tersebut untuk mengisi perut.
Ibu2 pemilik warung dengan ramah melayani keduanya. "Mau kemana?" tanya si ibu "Mau pulang kampung bu." jawab amar dan jaki bersamaan sambil tersenyum
"Oh.. Semoga perjalanannya lancar dan selamat sampai tujuan." ujar si ibu tersenyum "Aamiin bu, terima kasih." Setelah pesanan datang mereka berdua pun langsung menyantapnya.
Dua piring nasi kuning yang masih hangat dengan lauk masak habang ikan haruan itu sangat enak sekali. Bahkan jaki sampai meminta tambah nasi dan lauk pada si ibu pemilik warung.
Selesai makan dan bayar, mereka berdua kembali melanjutkan perjalanan. Kali ini jaki yang menggantikan amar membawa motor.
Tak terasa hari sudah hampir gelap, perut keduanya pun mulai terasa keroncongan. Namun sedari tadi mereka belum juga menemukan pemukiman warga ataupun warung makan yang bisa disinggahi.
"Lapar ki.." ujar amar "Sama mar, tapi ini kok aneh ya, gak ada warung makan apa??" Tidak lama kemudian mereka melihat ada pencahayaan di depan, tampaknya disitu ada warung yang buka ditengah2 jalanan sepi tersebut.
"Itu warung mar. Kita singgah ya." "Iyaa..." Jaki memelankan laju motornya, warung dijalanan sepi itu rupanya sedang banyak pelanggan, ada beberapa mobil pribadi berplat DA dan KT terparkir disana.
Namun baru saja mereka masuk ke warung, sebagian para pelanggan itu sudah pada selesai bayar dan hendak melanjutkan perjalanan kembali.
Hanya tinggal 3 orang laki2 yang duduk dimeja paling pojok di warung itu. Saat salah satu laki2 itu menatap mereka berdua, amar dan jaki langsung tersenyum ramah, namun orang tersebut justru langsung mengalihkan pandangannya tanpa membalas senyuman keduanya.
"Sombong sekali mentang2 naik mobil." Bisik jaki "Huss.." Tegur amar "Mau pesan apa dik?" Tanya seorang bapak2 bertubuh kurus dengan kepala plontos
Wajah bapak2 itu tampak dingin dan datar. "Lalapan ayam saja pak 2." Kata Amar "Tidak ada ayam. Adanya sambal goreng hati, asam manis hati. Dan hati goreng." Jawab si bapak
"Oh, kalau begitu, sambal goreng hati saja pak." "Minumnya?" "Teh hangat 2 pak." "Baik." Sekitar 3 menitan, pesanan keduanya pun diantar.
"Sudah lama jualan disini pak?" "Sudah 15 tahun." "Wah, lama juga ya pak. Ini warung satu2nya ya pak didaerah sini?" "Iya. 2 tahun lalu ada warung diujung jalan sana, tapi sudah tidak pernah buka lagi."
Ujar sibapak lalu berlalu pergi meninggalkan meja keduanya "Ini kita sudah didaerah mana sih ki?" "Mana aku tahu mar. Kan selalunya kalau di bus aku tidur. Jadi mana aku tau ini daerah mana." Jawab jaki sambil melahap makanannya
Ia tampak sangat lahap memakan makanan itu, berbeda dengan amar yang terlihat2 ragu2, dan sesekali celingukan melihat kesekeliling warung.
Setelah selesai makan, mereka pun memutuskan untuk kembali melanjutkan perjalanan. Namun saat hendak menyalakan motornya, ada seorang anak perempuan berusia 13 tahunan yang menghampiri mereka berdua dan mengatakan,
"Kak, nanti disimpangan depan sana jangan belok kanan ya." Ucapnya pelan sekali "Maksudmu dek?" Tanya amar "Saniaaa..." Panggil seorang wanita dari arah warung sembari melambaikan tangan pada si anak perempuan
Si anak perempuan langsung berlari masuk kedalam warung, tampak si wanita langsung menarik tangan anak itu ketika si anak sudah berada di dekatnya. Saat akan berangkat, sebuah mobil berplat KB masuk kehalaman warung, didalam mobil itu tampak banyak penumpang, mungkin itu
travel yang sedang mengantar para penumpangnya, ucap mereka berdua dalam hati.
Mereka berdua kembali melanjutkan perjalanan. "Ngantuk aku mar." Ujar jaki "Kita cari mushola ki, kita numpang istirahat di mushola aja."
Jalanan didepan tampak berkelok, namun sama sekali tidak ada persimpangan seperti yang di katakan oleh anak perempuan di halaman warung tadi.
"Kata adek tadi ada persimpangan kan didepan ini, tapi kok ini cuma belokan ya mar?" "Entah, sudahlah jangan terlalu dipikir, mending kita lanjut jalan saja sampai ketemu masjid atau mushola."

