Published: May 9, 2024
36
0
9

Sambutan atau Gangguan?? Horror thread by @xhocoberries #horrorthread #ceritahorror

Image in tweet by imaa

⚠️DISCLAIMER⚠️ - tokoh, tempat, waktu sengaja disamarkan - based on my true story - foto, video or anything from pinterest DILARANG SCREENSHOOT DAN MENYEBARKAN KE APLIKASI SELAIN X TANPA SEIZIN PEMILIK AKUN

1. Cerita ini bermula ketika kami harus melakukan penelitian guna memenuhi penugasan pengganti ujian akhir semester. Semuanya sepakat jika penelitian tersebut dilaksanakan di luar kota. Pembekalan dan hal-hal yang diperlukan selama penelitian nanti juga sudah kami dapatkan.

2. Waktu terus berjalan hingga tiba saatnya kami harus berangkat ke luar kota. Perjalanan kami tempuh menggunakan kereta, selama 10 jam kami berada di dalam kereta dengan suasana yang ramai sebab dua gerbong disewa untuk satu angkatan.

3. Setelah 10 jam perjalanan, sampailah kami di penginapan yang telah dibicarakan sebelumnya. Bagi mahasiswa diberikan penginapan semacam homestay dan mahasiswi ditempatkan pada sebuah asrama. Satu kamar diisi oleh 5-7 orang karena begitu luas.

4. Ketika mulai memasuki kamar di asrama, aku dan keempat temanku terkejut karena kondisi kamar yang kami dapatkan sudah penuh debu dan sarang laba-laba. Rupanya, tak hanya kamar kami berlima saja yang kondisinya seperti itu, belasan kamar lainnya juga dengan kondisi yang sama.

5. Dengan penuh keterpaksaan kami semua membersihkan kamar masing-masing. Setelah semuanya beres, aku dan kelima temanku berencana untuk mandi, namun lagi-lagi hal yang mengejutkan kami temukan, puluhan kamar mandi yang ada di asrama itu juga dalam kondisi yang sangat buruk—

—Kancing pintu tak ada, banyak lubang yang ada pada pintu, lantai yang berkerak, dan air yang sudah berwarna cokelat.

6. Dalam kondisi seperti itu, kami semua mau tak mau tetap mandi walaupun merasa tak nyaman dan takut. Setelah semuanya selesai, kita berkumpul di halaman depan untuk melakukan upacara pembukaan yang kemudian dilanjutkan dengan pemberitahuan tata tertib serta pembekalan.

7. Malam pun tiba, aku yang sedang bersantai dengan kelima temanku di dalam kamar tiba-tiba saja demam. Tanpa aba-aba, badanku panas, kepalaku pusing, dan rasa sakit disekujur tubuh menyerang diriku malam itu. Semua temanku tentu terkejut ketika aku tiba-tiba jatuh sakit.

8. Tidurku tak nyenyak malam itu, aku terus saja merintih kesakitan sampai-sampai salah satu temanku terbangun. Aku memaksakan diri supaya bisa tertidur, karena tempat penelitian kelompok kami letaknya jauh dari asrama.

9. Penelitian kami lakukan selama empat hari. Kondisi tubuhku juga tak semakin membaik sampai hari terakhir penelitian dilaksanakan. Pada malam kelima inilah keanehan mulai terjadi.

10. Kami berlima yang sedang bermain kartu UNO setelah melaksanakan ibadah isya, tiba-tiba saja mendengar suara musik dangdut dari lantai tiga asrama. Padahal lantai tiga adalah roof top yang digunakan untuk menjemur pakaian—

—Tak hanya itu saja, kami berlima juga mendengar suara laki-laki yang sedang bernyanyi dan berjoget di atas sampai-sampai bunyi "dug dug dug" terdengar dari kamar kami. Namun tak lama, suara itu hilang begitu saja.

11. Setelah jam menunjukkan pukul 00.00 kami memutuskan untuk tidur, karena besuk masih ada kegiatan pengabdian. Malam itu kami berlima tidur dengan nyenyak dan tenang sampai pagi hari.

12. Tempat pengabdian kami cukup jauh, sekitar 15 km dari asrama. Terpaksa kami semua harus memesan taxi online yang entah bisa didapat atau tidak, karena memang wilayah penelitian kami dapat dibilang sulit untuk beberapa akses terutama yang serba online

13. Beruntungnya kami berlima karena dalam waktu 5 menit saja sudah mendapatkan driver. Sebut saja dia Pak Daniel, sepanjang jalan dia banyak menceritakan tentang kota ini (terutama hal mistis). Padahal perjalanan kami ke tempat pengabdian sangatlah sepi.

14. Tak terasa, akhirnya kita semua sampai dan Pak Daniel memberikan nomor telepon ke salah satu dari kami berlima supaya saat nanti akan pulang, kita tidak kerepotan untuk mencari taxi online lagi, karena jangkauannya sangat jauh dan di kawasan susah sinyal.

15. Kegiatan pengabdian langsung dimulai ketika semua telah berkumpul. Aku saat itu memang masih dalam kondisi tidak enak badan, terpaksa harus mengikutinya. Tapi anehnya pada saat kegiatan berlangsung, aku tak merasakan lemas sama sekali.

16. Pengabdian berlangsung sampai jam 18.30 malam, kita semua bisa menikmati matahari terbenam di sana. Banyak dari anak-anak satu angkatan yang memutuskan untuk langsung kembali ke asrama, karena sudah cukup lelah berkegiatan di sana.

17. Termasuk aku dan kelima temanku yang langsung menghubungi Pak Daniel. Kami menunggu 25 menit lamanya, karena jarak dari kota ke tempat pengabdian lumayan jauh. Ketik Pak Daniel sudah datang, kita langsung bergegas menaiki taxi online tersebut.

18. Kami sampai di asrama sekitar pukul 20.00, tentu saja kami langsung masuk ke kamar dan merebahkan diri sejenak. Setelah itu barulah kami membersihkan badan dan berganti pakaian. Semua mahasiswi di angkatanku terlelap di waktu lebih awal begitu juga dengan keempat temanku.

19. Aku malam itu benar-benar merasa kedinginan sampai harus memakai hoodie dan kaos kaki. Padahal suhu di sana malam hari saja bisa menyentuh 30°. Aku terus merasa gelisah sebab tak bisa tidur dengan pulas.

20. Hanya terdengar suara nafas lembut dari teman-temanku yang sudah terlelap. Aku memandangi langit-langit kamar sambil menggigil dan memaksakan untuk tidur. Kami berlima tidur di bawah, karena tempat tidurnya sudah reyot, jadi kaki kami posisinya masuk ke kolong.

21. Tidak tahu ini hanya firasatku atau bagaimana, aku tak mau kakiku untuk diluruskan masuk ke kolong tempat tidur karena aku merasa akan ada yang memegang kakiku, jadi aku tidur dengan posisi kaki sila. Kelihatannya aneh, tapi begitulah faktanya saat itu.

22. Ketika itu aku sudah mulai terlelap walaupun masih belum yang benar-benar tidur. Tiba-tiba saja aku membuka mataku dan dikejutkan dengan sesuatu yang tepat berada di belakang temanku yang sedang tertidur. Aku tidak tahu itu apa, atau hanya imajinasi ku tapi sungguh seram.

23.Aku tak berani menatap, tapi makhluk itu terus saja memanggilku seakan ingin berkenalan atau hanya ingin iseng denganku yang memang sedikit sensitif ini. Semua doa aku bacakan, tapi makhluk tersebut tak kunjung menghilang dari pandanganku.

24. Bahkan ingin menangis pun rasanya sudah tak sanggup, karena suaranya yang terus memanggilku sampai bergema yang mana sangat tak nyaman untuk didengar. Ingin sekali berteriak, namun aku kasihan dengan teman-temanku yang sudah terlelap.

25. Pada akhirnya sosok itu menghilang begitu saja, aku masih belum bisa mencerna kejadian yang baru saja menimpaku. Aku terus berpikir hingga tiba-tiba ada suara dentuman keras seperti koper yang jatuh di kamar. Aku melihat sekeliling tak ada satupun koper yang jatuh.

26. Aku mengecek satu-satu koper temanku dalam keadaanku yang lemas, tapi koperku dan mereka semuanya berasa di bawah, jadi tidak mungkin jatuh dengan suara sekeras itu. Jika dipikir juga siapa orang yang akan iseng menutup pintu dengan kencang di pukul 01.30 pagi.

27. Setelah itu aku memaksakan diri untuk tidur, walaupun aku tertidur sambil terus merintih (diceritakan temanku). Kami bangun tepat jam 5 pagi dengan kondisiku yang masih sama seperti tadi malam. Namun, sudah lumayan karena mataku sudah tidak bengkak lagi.

28. Tepat hari ini, kami sudah harus pulang. Satu angkatan berangkat ke stasiun kereta dengan menggunakan angkot yang telah disewa oleh pihak kampus. Seperti pawai karena ada puluhan angkot yang membawa kami ke stasiun kereta. Perjalanan pulang inilah yang kami tunggu-tunggu.

29. Kami sampai di di stasiun tujuan pada pagi hari sekitar pukul 06.00. Banyak dari teman-teman yang dijemput keluarganya, tapi tak kalah banyak juga anak kos yang menunggu taxi onlinenya datang termasuk aku dan dua temanku. Rasanya lega sekali bisa menyelesaikan semuanya.

30. Pengalaman yang takkan pernah terlupakan untuk kami, terutama diriku sendiri karena demam yang aku derita berlangsung selama satu bulan setelah kepulangan. Memang sedikit aneh, tapi ayahku berkata bahwa mungkin ingin ada yang menggangguku tapi mereka masih belum sanggup.

Okayyy end guyss ceritanyaa, walaupun telat bgtt ini lanjutinnya. Semoga ga bingung bacanyaa, dan alhamdulilah aku sampai sekarang sehat walafiat ko hehehe cuman waktu itu aja kayanya ada yg mau iseng ke aku, tapi untung aku bukan yg gampang kegoda. Terimakasi yg udah mau bacaa💗

@xhocoberries kakak kindly cdm yaa💗

Share this thread

Read on Twitter

View original thread

Navigate thread

1/37