Namaku Arjuned... Dan aku senang menyandangnya
Namaku Arjuned. Agak... Kampungan ya? Banyak yang bilang gitu. Tapi sebenarnya, nama lengkapku Ranggrana Arjuna. Dipanggil Juna di rumah. Tumben banget, kan, nama panggilan diambil dari nama belakang?
Biasanya anak-anak dipanggil dari nama depan, tapi entah kenapa di rumah aku malah dipanggil Juna. Kayaknya karena aku tampan, gagah, dan berani sih, kayak Arjuna. Wkwkwkwkwkwkwkwk.
Tapi itu di rumah. Begitu masuk sekolah, semua berubah… seperti Avatar saat negara api menyerang. Nama yang nempel malah Rangga. Mungkin karena guru-guruku lebih terbiasa manggil pake nama depan. Aku juga nggak keberatan. Mau Juna kek,
Rangga kek, yang penting masih enak didenger, plusss emang aku tuh penurut waktu kecil—saking nurutnya disuruh diem aja aku diem tiga hari. Jadi ya udah, orang emang namaku, kenapa harus protes? Iya kan? Walaupun canggung dikit sih awalnya.
Namanya juga anak SD, nggak pernah bisa serius. Ada aja yang dijadiin bahan bercandaan. Dulu tuh, ada fase di mana ejek-ejekan itu jadi makanan sehari-hari. Dari yang paling klasik kayak nama bapak—yang entah kenapa selalu jadi bahan lelucon universal anak kecil.
Nama Arjuna, yang menurutku cukup keren karena ada nuansa pahlawan—yang tampan, gagah, dan berani—pewayangan, malah jadi ladang kreativitas buat temen-temenku. “Juned! Juneedd!”
Begitu salah satu dari mereka nyeletuk kayak gitu, semua ikut-ikutan. Aku juga ikut ketawa, padahal ya geli juga sih. Lucu aja. Nggak ada maksud jahat, cuma iseng. Namanya juga anak-anak. Tapi dari situlah semuanya bermula.
Lama-lama, panggilan “Arjuned” itu nempel. Awalnya kupikir cuma lelucon yang bakal lewat kayak tren mainan baru. Tapi ternyata enggak. Bahkan, ada masa di mana aku mulai memperkenalkan diri sebagai Arjuned ke orang-orang baru. Entah kenapa, rasanya lebih… pas.
Soalnya, kalau kupikir-pikir, nama “Arjuna” tuh terlalu gagah buat aku. Terlalu pahlawan banget. Terlalu berwibawa. Sementara aku? Jauh banget dari itu. Aku lebih sering jadi bahan ketawa daripada jadi sosok yang disegani. Lebih sering ngocol daripada serius.
Jadi ya, nama “Juned” atau “Arjuned” itu kayak cermin. Cermin yang lebih jujur nunjukin siapa aku sebenarnya.
Dari situlah aku mulai ngerasa, mungkin ini emang nama yang dipilih dunia buatku. Nama yang nggak dikasih pas lahir, tapi muncul dari canda tawa dan keisengan masa kecil. Nama yang awalnya bercanda, tapi lama-lama jadi jati diri.
Jadi, ya. Namaku Arjuned. Dan aku senang menyandangnya... :3

