Published: June 13, 2025
7
239
1.2k

Banyak yang pengen mulai investasi tapi takut atau bingung harus mulai dari mana? Buku legendaris “The Intelligent Investor” karya Benjamin Graham ini jawabannya. Tapi…isinya tebel, bahasanya ribet. Tenang, kita rangkum, step-by-step nya dari Nol, super sederhana! Kita

Image in tweet by Surya Herry

Sebelum pengen cepet kaya lewat Saham atau Crypto Menurut Benjamin Graham, kamu harus siapin 3 pondasi finansial ini dulu 1. Punya Dana Darurat Kamu harus punya tabungan khusus yang isinya minimal 6 kali pengeluaran bulanan. Contoh: Kalau pengeluaranmu Rp4 juta per bulan,

Image in tweet by Surya Herry

Bedanya Investasi vs Spekulasi Investasi: Beli saham karena yakin perusahaannya bagus, dan kamu mau simpan dalam waktu lama (tahan bertahun-tahun). Kamu sudah analisa, dan yakin bisnis perusahaannya akan berkembang kedepannya Spekulasi: Beli saham cuma karena berharap minggu

Image in tweet by Surya Herry

Gaya investasi apa yang cocok buat kamu? 1. Investor Defensif (Pasif) Kamu nabung rutin di reksadana indeks (reksadana yang isinya gabungan semua saham saham perusahaan besar) misal: IDX30, LQ45 dan sebagian lagi beli obligasi pemerintah. Udah, tiap bulan gajian tinggal setor

Image in tweet by Surya Herry

Margin of safety itu kaya kita mau naik lift Misal, lift cuma bisa ngangkut maksimal 11 orang. Di dalem lift udah ada 8 orang, yang antre ada 4 orang lagi. Kalau semua maksa masuk, liftnya kelebihan muatan dan bisa berbahaya. Risiko BESAR Jadi, lebih baik kita nunggu giliran

Image in tweet by Surya Herry

Menghitung Nilai Wajar Suatu Saham dengan Graham’s “Earnings Multiplier Approach” atau menggunakan PER konservatif. 1. Ambil rata-rata laba bersih perusahaan 5 tahun terakhir. Misal Rp 1 Triliun/tahun 2. Menghitung Nilai wajar dengan Laba bersih rata-rata di kali dengan PER

Image in tweet by Surya Herry

Jangan taruh semua telur di satu keranjang! Maksudnya, jangan taruh semua uangmu di satu jenis investasi saja. Diversifikasi! Menurut Graham, kalau kamu tipe investor defensif (yang nggak mau ambil risiko besar), kamu bisa bagi aset seperti ini: • 40–60% di saham indeks

Image in tweet by Surya Herry

Musuh terbesar investor itu… diri sendiri! Sering kali, yang bikin rugi bukan karena kita analisa nya salah tapi justru emosi dan kebiasaan kita sendiri. Contohnya, terlalu sering melihat harga saham tiap menit, akhirnya jadi panik sendiri. Supaya nggak panik, sebaiknya kamu

Image in tweet by Surya Herry

Diversifikasi itu penting, tapi jangan berlebihan. Punya 10–30 saham dari sektor yang berbeda sudah cukup buat melindungi investasi kamu dari risiko. Kalau pegang terlalu banyak saham, kamu malah nggak sempat ngawasin satu per satu, jadi nggak efektif. Sebaliknya, kalau pegang

Image in tweet by Surya Herry

Kesalahan klasik pemula yang sebaiknya kamu hindari: 1. Beli saham cuma karena ikut-ikutan teman kantor. Jangan percaya begitu saja, selalu cari tahu sendiri tentang bisnisnya 2. Jual saham saat harga turun, padahal bisnisnya masih baik-baik saja. Jangan panik hanya karena

Image in tweet by Surya Herry

Intinya Menurut Benjamin Graham: Investasi cerdas itu bukan soal berapa besar keuntungan saat kamu benar, tapi seberapa kecil kerugianmu saat kamu salah. Lebih baik untung moderate tapi konsisten dan uang kamu tetap aman, daripada sekali cuan besar tapi akhirnya habis semua

Image in tweet by Surya Herry

Gimana menurutmu, apakah kamu setuju dengan point point nya Benjamin Graham? Ada bagian yang kamu ga setuju? Atau kamu bagian dari orang yang menganggap buku The Intelligent Investor ini sudah tidak relevan lagi di zaman sekarang? Komen pendapatmu dibawah 👇

@cukhurukuque Wah asik banget rangkumannya

@cukhurukuque Nyimak...

@cukhurukuque Nyimak om

@cukhurukuque Susah ini, lebih gampang ikut seminar mahal pompomers saham yg pamer cuan ribuan %

@cukhurukuque Buat dagang saham, gmn??

Share this thread

Read on Twitter

View original thread

Navigate thread

1/18