šš”šš«š¦ & šš«šš§š¬šš¢š š®š«ššš¢šØš§ šš/šš/šššš
Wrenleigh berjalan dengan langkah santai melewati dinding dinding batu kastil Durmstrang, di tangannya terdapat beberapa lembaran tugas milik beberapa muridnya di tangan kanannya. Hawa dingin menusuk kulitnya, namun tidak meruntuhkan semangatnya untuk melakukan aktivitas.
"Selamat malam!" sapanya ramah saat memasuki ruang kelas Charm & Transfigurasi. Di letakkannya beberapa lembar yang tadi ia bawa ke atas mejanya. "Mohon maaf minggu lalu saya berhalangan mengajar. Apa kabar semuanya? Perkenalkan, nama saya Wrenleigh,"
Tentu akan melakukan perkenalan, sebab sorot matanya menemui banyak wajah baru. "Sebelum memulai kelas, saya akan membahas sedikit mengenai Summoning Charm. Tugas yang kalian kerjakan sudah hampir semua sesuai dan informatif. Good job!" Wren mengacungkan kedua jempolnya.
"Summoning Charm, merupakan mantra pemanggil suatu objek, mantra ini mendatangkan objek yang divisualisasikan dalam pikiran si perapal. Tidak bisa digunakan untuk memanggil makhluk hidup, kecuali Flobberworm." Bungsu Forger itu mulai menjelaskan seraya berdiri di depan kelas.
"AH-kee-oh!" Rowan miliknya tertuju pada tumpukan kertas di atas mejanya, lalu bergerak seolah menarik kertas tersebut agar datang ke arahnya. "Terima kasih banyak untuk yang sudah mengerjakan tugas kemarin. Semuanya mengerjakan dengan baik, otsukaresama teman-teman mungil,"
"Saya senang sekali membaca tugas-tugas yang kalian kerjakan. Rugi sekali rasanya jika saya baca sendiri, jadi saya perlihatkan tugas terbaik milik beberapa teman kalian untuk referensi belajar." ujarnya antusias. šø (http://s.id/KTYEw)
"Baik, mari kita lanjutkan ke bagian Transfigurasi. Malam ini kita akan membahas sihir yang mampu membuat korek api berubah menjadi jarum. Ada yang tau namanya apa?" (Reply with format)
"Matchstick to Needle ya teman-teman, atau biasanya disebut juga dengan Conmutocus!" "Mantra ini awalnya dilakukan dengan menggunakan sumbu lilin, bukan korek api, kemudian seiring berjalannya waktu berubah menjadi korek api. Tidak diketahui siapa pencipta dari mantra ini."
"Dari rumor yang ada, penyihir bernama Delfina Crimp sedang berada di sebuah pernikahan saat gaun si pengantin secara tidak sengaja tersangkut ke dahan dan membuat gaunnya robek. Dengan kondisi terdesak dan alat seadanya, ia berhasil mentransfigurasi sumbu lilin menjadi jarum."
Ia melangkah maju ke arah tengah kelas seraya melanjutkan penjelasannya. "Setelahnya, Crimp memperbaiki gaun tersebut dengan sedikit benang yang ia bawa di tasnya." "Walaupun kisah ini banyak diceritakan, tidak ada bukti konkrit bahwa ia penemu mantra ini."
"Mari kita lanjutkan membahas bagaimana cara kerja mantra ini, cukup mudah, bahkan tidak memerlukan konsentrasi atau tekad yang banyak," tangannya menjentik membuat lembar perkamen terbang ke arah masing-masing murid.
Wren kembali ke arah depan kelas, perempuan itu merekatkan sebatang korek api ke papan tulis, jika di meja, ia yakin muridnya akan semakin susah melihat lantaran objeknya terlalu kecil.
Kembali menggenggam tongkat sihirnya, seraya mengarahkan tongkatnya dengan tajam ke arah korek api ia berucap "kon-moo-TOH-kus" Tongkat sihirnya kembali bergerak. Mencoba memperlihatkan kepada para muridnya bagaimana cara mantra ini bekerja.
Dalam satu kali kedipan, korek api yang tadinya ia rekatkan berubah menjadi benang. Wren berbalik memperhatikan wajah murid-muridnya, ada yang menyipit, ada yang melihat dengan jelas, ada pula yang memajukan sedikit wajahnya lantaran objeknya terlalu sulit untuk dilihat.
Ia terkekeh melihat reaksi dari muridnya. "Kalian bisa lihat lebih jelas setelah isi presensi kehadiran dulu, rapikan barang kalian, dan boleh kembali melanjutkan aktivitas atau kembali ke asrama," Diletakkan lembar kehadiran ke atas mejanya. šø (http://s.id/101-attendance)
"Terima kasih banyak sudah menghadiri kelas malam ini! Jangan lupa jaga kesehatan dan tetap minum air putih ya. Selamat malam," Tangannya melambai membiarkan para murid berkemas dan mulai bergegas mengisi presensi kehadiran.
END.






