Published: October 14, 2025
18
249
529

Setelah lihat video @TRANS7 terus terang sy tdk suka. Nadanya seperti Charlie Hebdo. Tapi, Pesantren & NU jgn reaktif. Ketum PBNU jg nggak perlu reaktif, harusnya mengajak muhasabah, krn mmg banyak anak kiai yg suka pamer kemewahan di tengah ketimpangan sosial. Utas.

Tayangan Trans7 lebih tepatnya disebut nyiyir atau satir. Kita nggak akan debat satir termasuk kritik apa tdk. Tapi mesti ditanggapi dgn elegan. Bkn dgn emosional. Sdh nggak relevan lagi kita membela diri dgn emosi bkn argumentasi.

Satirnya bisa ditanggapi, sekaligus dijelaskan ke publik ttg pesantren sebagai sub kultur kata Gus Dur. Artinya mmg pesantren itu bagian dari kultur Jawa yg msh mempertahankan sisa2 mental feodal meski moda produksi sdh kapitalis.

Dgn demikian, seusai dgn prinsip NU sendiri yaitu mempertahankan tradisi lama yg baik, sembari menggali dan mengamalkan tradisi baru yg lebih baik. Nah syarat keberhasilan mengamalkan prinsip tadi ya harus berani mengamalkan KOK (kritik-otikritik) terutama di internal NU.

Tanyangan @TRANS7 yg nyiyir mmg tdk mengenakkan. Tapi jgn2 itu perlu buat membantu kita melihat ke dalam secara adil. Jgn2 mmg persepsi publik selama ini ke pesantren mmg begitu. Ya kita ngga perlu marah & ngegas.

Ini persis seperti kita memerlukan tamu untuk tahu rumah kita bau apa nggak. Kalo kita sendiri krn sdh biasa dgn bau sampah di rumah, akan menormalisasi bau sampah tadi sampai merasa tdk ada bau.

Harus diakui jg, banyak anak kiai yg viral di medsos sebenarnya krn mereka memamerkan kemewahan di tengah ketimpangan sosial ekonomi. So, ini waktunya kita meluruskan ke publik dan menilai dgn jujur bahwa kelebihan pesantren sangat banyak, kekurangannya jg msh sangat banyak.

Waktunya berbenah. Tdk marah2. Ketum PBNU kenapa jg marah2 gitu. Yg kami tunggu sebenarnya ketum PBNU marah2 dgn korupsi, ketimpangan sosial ekonomi, merosotnya demokrasi, kolonialisme Israel dll. Misal beliau mimpin demonstrasi di depan kedutaan Amerika.

Ini sdh ada yg bilang ke saya, pesantren & NU cumak mau dengerin dirinya sendiri, hanya fokus ke dalam. Kalo urusan dirinya pasti marah besar. Tapi kalo urusan kegagalan transformasi sosial malah nggak punya peran sama sekali??? Sy tdk marah & sy jelaskan sebaik2nya.

@MurtadhoRoy @TRANS7 Anda salah mas roy jika mengira pesantren atau PBNU hingga ke tingkat ranting tidak melakukan otokritik. Kami sendiri di Tangsel atau di internal pesantren rutin berdiskusi dan bermuhasabah atau otokritik. Tapi apa otokritik harus diungkapkan ke publik? Klo seperti itu buka aib

Image in tweet by Roy Murtadho

@MurtadhoRoy @TRANS7 Daripada nyinyirin trans7 mending ini dipikirin supaya ga kejadian lagi di pesantren

Image in tweet by Roy Murtadho

@MurtadhoRoy @TRANS7 bener waktu ada pelecehan pembulian juga mana, mereka ga muhasabah, giliran udah kaya gini (ya salah juga merendahkan kiyai) tapi baru koar koar padahal dua duanya sama sama memperjelek pesantren

@MurtadhoRoy @TRANS7 Kalo pesantren tdk melawan pesantren akan punah tentu perlawanan nya harus cerdas terukur

@MurtadhoRoy @TRANS7 Ketum NU nya blunder dikasih jejak digital

Image in tweet by Roy Murtadho

@MurtadhoRoy @TRANS7 Benar Gus, ini reaksi santrinya udah yang menurut saya berlebihan akhirnya semua saling tuduh menuduh, harus ada yang ngerem.

@MurtadhoRoy @TRANS7 Betul sekali. Saya juga tidak suka lihat kemasan videonya. Namun jika di tanggapi dgn elegan dan bukan emosional bawa² masa seperti mw menggeruduk itu kok tidak pantas & jauh dr keimanan. Btw, Kenapa saya selalu setuju dgn pandangan & opini anda 😂😂

@MurtadhoRoy @TRANS7 Utasnya lbh pbnu daripada pbnu

@MurtadhoRoy @febiads @TRANS7 akhirny nemu yg waras

@MurtadhoRoy @TRANS7 Prit. Anda rakyat jelata kok menyindir putra mahkota?

Share this thread

Read on Twitter

View original thread

Navigate thread

1/24