⠀ ⠀ 𝑮𝒐𝒍𝒇 𝑺𝒖𝒊𝒕𝒆 — 𝑻𝒉𝒆 𝑮𝒓𝒂𝒏𝒅 𝑫𝒐𝒍𝒅𝒆𝒓, 𝒁𝒖𝒓𝒊𝒄𝒉 ⠀ ⠀ ⠀ ⠀
ㅤ Jam di ponsel Gita menunjukkan pukul satu siang waktu setempat saat sebuah pesan dari Adam muncul di beranda notifikasi. 𝘔𝘢𝘴 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘴𝘢𝘮𝘱𝘢𝘪. Dibarengi dengan foto lorong kamar yang membuat ujung-ujung jemarinya tergelitik. ㅤ
ㅤ Rasanya sudah lama sejak Gita merasa sehangat ini. Rasanya seperti ada yang menjalar disekujur tubuhnya dan itu membuatnya... senang? Ia berlari menuju pintu, menunggu suara ketukan. 1 ... 2 ... 3 ... 𝘒𝘯𝘰𝘤𝘬, 𝘬𝘯𝘰𝘤𝘬! ㅤ
ㅤ Napasnya tercekat. Sejak pertama kali mengenal Adam, baru pertama kali pula mereka berpisah dengan jarak sejauh ini. Dan semua ejekan yang ia lontarkan pada sang tuan sebelum berangkat ke Swiss jadi senjata makan tuan. ㅤ
ㅤ Ternyata rasanya kosong ketika tidak ada sosok Adam secara fisik dihadapannya dalam waktu lebih dari 3 hari. Aneh, tapi Gita sudah menyerah pada malam-malam dimana ia merengek meminta Adam untung datang. Dan sebagaimana seharusnya, lelakinya sekarang ada dibalik pintu. ㅤ
ㅤ Digenggamnya gagang pintu erat sebelum tangannya bergerak membuka, begitu perlahan, amat sangat perlahan selagi kepalanya mengintip keluar. Disana, dihadapannya, berdiri Adam dengan mata bulat dan senyum tipisnya. Lalu rasanya seperti ada batu yang diangkat dari dada Gita. ㅤ
ㅤ Dibukanya pintu lebar-lebar, diraihnya lengan @piorbitals yang sudah terulur dengan pelukan yang amat sangat erat. Gelenyar hangat menjalar ke seluruh tubuh Gita, yang entah bagaimana turut serta mengusir penat yang ia rasakan selama berhari-hari. ㅤ

