Published: November 5, 2025
39
172
872

Oke berikut review kami untuk Pangku (2025)

Image in tweet by WatchmenID

Setelah 20 tahun berkarya di dunia film, Reza Rahadian akhirnya memulai perjalanan barunya: menjadi sutradara di film Pangku. Walaupun film debut, Pangku (atau judul bahasa Inggris-nya 'On Your Lap') berhasil mendapatkan 4 penghargaan di Busan Film Festival tahun ini.

Image in tweet by WatchmenID
Image in tweet by WatchmenID
Image in tweet by WatchmenID

Disutradarai oleh Reza Rahadian, diproduseri oleh Arya Ibrahim dibintangi oleh Claresta Taufan, Christine Hakim, Shakeel Fauzi, Fedi Nuril dan lainnya, Pangku becerita tentang kegigihan seorang ibu yang harus membesarkan anaknya dengan menjadi 'tukang kopi pangku' di Pantura

Image in tweet by WatchmenID
Image in tweet by WatchmenID
Image in tweet by WatchmenID
Image in tweet by WatchmenID

Secara narasi dan bentuk cerita, Pangku berhasil menghipnotis penontonnya dengan cerita yang realistis dan emosional, terlihat lokal tapi punya nilai yang sangat universal karena diceritakan dari 3 perspektif sekaligus: perspektif seorang wanita, seorang ibu, dan seorang anak.

Image in tweet by WatchmenID
Image in tweet by WatchmenID
Image in tweet by WatchmenID
Image in tweet by WatchmenID

Dari segi audio dan visual, kami merasa kalau Pangku mendesain, mengeksekusi, dan menyajikan semuanya dengan amat sangat presisi & totalitas, optimal dari segala sisi. Tidak ada adegan yang percuma, tidak ada narasi yang terbuang. 'Show-don't-tell' dan subtextnya cakep banget

Image in tweet by WatchmenID
Image in tweet by WatchmenID
Image in tweet by WatchmenID
Image in tweet by WatchmenID

Ketika nonton film Pangku, satu hal yang menurut kami mewakili dan membuat kagum dari film ini adalah kejujurannya. Jujur dalam bercerita, beremosi, bereaksi, menyelami & mengeksplorasi perasaan. Dan yang paling penting, jujur memperlihatkan waktu & tempat ceritanya

Image in tweet by WatchmenID
Image in tweet by WatchmenID
Image in tweet by WatchmenID
Image in tweet by WatchmenID

Secara keseluruhan, kami merasa film ini berhasil memberikan keseimbangan yang sempurna antara idealisme cerita dari film festival, dan sisi komersialitas dari film komersil. Tidak terasa pretentius, tidak terasa mengorbankan idealismenya. Ga heran dapet 4 award

Image in tweet by WatchmenID
Image in tweet by WatchmenID
Image in tweet by WatchmenID
Image in tweet by WatchmenID

Scoring, sinematografi, dan semua teknis cerita memang luar biasa, tapi bukan cuman itu yang bikin juara. Kedalaman dan eksplorasi emosi mampu menarik & mengajak penontonnya, merasakan 'jiwa' dari Sartika sebagai wanita yang hanya punya sedikit pilihan dalam bertahan hidup

Image in tweet by WatchmenID
Image in tweet by WatchmenID
Image in tweet by WatchmenID
Image in tweet by WatchmenID

Alih-alih menjual + mengeksploitasi realita dan menjual kesedihan, Pangku justru melakukan sebaliknya: memperlihatkan kegigihan yang tidak tertandingi walau diterpa kemalangan yang bertubi-tubi. Pangku selalu berhasil memberikan rasa pada penontonnya dengan cara yg paling jujur

Image in tweet by WatchmenID
Image in tweet by WatchmenID
Image in tweet by WatchmenID
Image in tweet by WatchmenID

Ga tau ya, kami merasa hopeful saat nonton Pangku ini. Pangku itu rasanya bisa menguatkan di saat lemah, meyakinkan di saat ragu, dan mendamaikan di saat dunia terasa menyakitkan, tanpa mengindahkan semua realitanya. 'Unmatched relentlessness' dengan cara paling lembut & jujur

Image in tweet by WatchmenID
Image in tweet by WatchmenID
Image in tweet by WatchmenID
Image in tweet by WatchmenID

Semua rasa ini berhasil disampaikan dengan sangat jujur dan sangat terasa berkat akting dari 3 karakter yang jadi roda utama dari film ini: Claresta Taufan, Christine Hakim dan Shakeel Fauzi. Scoring & subtext yang cemerlang bikin penonton benar-benar dirangkul sepenuh hati

Image in tweet by WatchmenID
Image in tweet by WatchmenID
Image in tweet by WatchmenID
Image in tweet by WatchmenID

Banyak yang bilang kalau film pertama dari seorang sutradara adalah sebuah statement. Dan menurut kami, Reza Rahadian berhasil mencetak namanya, dan menunjukan sensitifitas, detail, dan dedikasi yang luar biasa dari pada sinema Indonesia. Sungguh film debut yang sangat kuat!

Image in tweet by WatchmenID

Pangku (2025) Rating: 🍜/ 10

Image in tweet by WatchmenID

@WatchmenID ⚠️ Spoiler Alert ⚠️ image poligami fedi nuril ternyata **masih** melekat

@WatchmenID besok ak nonton!!!

@WatchmenID Wow, bagus dan gaada "tapi"-nya.

@WatchmenID dibikin nangis di part terakhir 😭

@WatchmenID @_malamouee reza rahardian jadi sutradara, kyk e menarik

@WatchmenID Gua agak keganggu sih sama suara derrr, yang ada diawal film Sampek akhir😭😭

@WatchmenID 🔊 spoiler alert Fedi unlocked peran yang apalah apalah

@WatchmenID @anivavilova mau nonton dah udh lama g nontn bioskop😞

@WatchmenID pengen nonton ini

@WatchmenID Gw kira film horror anjir. Efek film horror kebanyakan pake bahasa jawa. Sabi lah nonton

@WatchmenID Interesting

@WatchmenID ratenya mi ayam per 10 WOW

@WatchmenID @paradigmafilm Jadi penasaran bgt nonton

@WatchmenID Ahhhh besok nontonnnn

@WatchmenID Ur kind of movie bukan Mz? @ghiyas44

@WatchmenID ayo geruduk fedi nuril

@WatchmenID Gasss ah besok!

@WatchmenID keren... gak horor dan gak komedi ..👍👍👍

@WatchmenID pengen nonton ini

@WatchmenID Tontonan wajib min @BisKota_

Share this thread

Read on Twitter

View original thread

Navigate thread

1/34