Published: November 27, 2025
2
48
129

Waktu kemarin saya ketemu sama temen saya, dia menceritakan tentang kontrakannya yang dulu ramai. Tapi, ada satu kamar yang ternyata itu bekas bundir sehingga membuat penghuni kontrakan pada pindah. @bacahorror @ceritaht @IDN_Horor #bacahorror #bacahoror #ceritaserem

Sebelum saya bercerita, jangan lupa follow dulu ya, jangan lupa di RT, QRT juga dan di komen apabila menarik ceritanya. Ini akan saya ceritakan ulang, sehingga bagi kalian yang pernah mendengar lokasinya, mohon dirahasiakan ya, kasian nanti sama yang punya kontrakannya.

Pertama-tama, perkenalkan namanya Rian, mungkin Pak Rian mungkin ya kalau di tahun sekarang. Kejadian tersebut terjadi ketika Rian ini masih berumur tiga puluh tahunan, yang dimana disana dia kehilangan kedua orang tuanya dan diwarisi sebuah kontrakan yang letaknya strategis.

Kontrakannya itu memang lumayan besar, ada 10 pintu dan saling berhadapan satu sama lain. Tapi 10 pintu ini adalah kontrakan yang disewakan, sedangkan sisanya lagi adalah kontrakan yang tidak disewakan di belakang dengan total lima pintu.

Kontrakan yang tidak disewakan ini adalah kontrakan awal, letakna memang agak sedikit agak jauh dari jalan, sedangkan yang sepuluh pintu, itu adalah kontrakan baru yang langsung berhadapan dengan jalan kampung yang tembus ke pabrik-pabrik yang ada di sekitar kontrakan.

Kontrakan ini dari dulu memang ramai, letaknya yang strategis, juga tidak jauh dari pabrik, membuat banyak sekali para pegawai dan orang-orang yang sudah berkeluarga menjadi penghuni kontrakan ini.

Tapi, mereka hanya mau menyewa kontrakan yang depan, entah mengapa, mereka seperti tidak mau mengontrak kontrakan yang belakang.

Memang itu juga ada yang mengontrak disana, namun tidak bertahan lama, paling lama tiga bulan setelah itu pindah, sehingga kontrakan belakang yang lima itu kebanyakan kosong sekarang.

Nah, setelah Pak Rian mengambil alih kontrakan ini, awalnya dia senang, karena dia kini tidak perlu bekerja, dan dia hanya diam di rumah lalu uang datang kepadanya setiap bulan.

Tapi, seiring berjalannya waktu, tiba-tiba ada rumah susun yang ada di dekat pabrik, dan ternyata, beberapa pemilik dari rumah susun itu menyewakan unitnya, sehingga ada beberapa penghuni kontrakan Rian itu pindah ke rumah susun itu.

Alhasil, kontrakan Pak Rian otomatis agak sedikit sepi, dari total sepuluh yang terisi, kini hanya tersisa setengahnya.

Dia mencoba untuk mulai menarik lagi penghuni baru, namun beberapa dari mereka tidak lama menyewa kontrakan Pak Rian, sehingga kontrakan itu lebih banyak kosong daripada diisi oleh penyewa.

Mau tidak mau, Pak Rian harus memutar otak, gimana caranya agar bisa mendapatkan dana tambahan, karena mau bagaimanapun, pengeluaran bulanan tidak akan cukup jika mengandalkan uang dari kontrakan yang kini semakin berkurang penghuninya.

Ceritanya, ketemulah si pak Rian ini dengan temanku, kebetulan temanku ini memang satu komunitas, komunitas wisata mistis yang dulu aktif main tempat seram (ini komunitas masih aktif, dan akhir bulan ini kalau ga salah dia lagi ngadain expedisi, jadi kalian bisa kepoin IGnya)

Nah setelah ngobrol-ngobrol dengan temanku ini, dia mendapatkan cerita bahwa ternyata tempat-tempat yang menyeramkan itu bisa dicuanin pada waktu itu

(Note, bagi yang tak tahu, dulu di Bandung itu banyak sekali komunitas yang sering main ke tempat seram, dan biasanya ada uang rokok bagi pemilik tempat untuk komintas tersebut mengunjungi tempat-tempat serem tersebut.)

Nah Pak Rian ingat tuh, kalau kontrakannya yang belakang itu ada kejadian yang menyeramkan, itu juga cerita dari bapaknya ketika dia sering main di kontrakan belakang sewaktu kecil.

Katanya, kenapa bapaknya itu membeli dan membangun kontrakan yang depan, itu bukan karena kontrakan mereka laku, tapi ada sebuah kejadian yang menyeramkan di kontrakan belakang, tepatnya di kontrakan nomor satu yang sekarang jadi gudang.

Katanya, setahun ketika bapaknya merintis, ada kasus bundir disana, seorang buruh pabrik yang hamil oleh pacarnya yang tidak mau tanggung jawab. Karena itulah kontrakan belakang itu sepi, sehingga bapak membangun lagi kontrakan baru di depan.

Karena alasan itulah, Pak Rian ini kayak terpikir sesuatu yang aneh di tahun tersebut (kalau tahun sekarang mah sudah viral, tapi dulu mah masih belum jaman viral.)

Jadi si Pak Rian ini malah mengundang beberapa komunitas, atau orang-orang yang suka explore tempat serem untuk mengunjungi kontrakannya, dan dia tuh ngasih tahu tentang cerita bundir itu kepada mereka.

Awalnya sih ya itu hanya cerita-cerita aja, hingga secara perlahan, ada beberapa orang yang ingin nyoba untuk main ke kontrakan itu.

Hal itu tentu saja disambut oleh Rian, sebagai publikasi kontrakan horor kan, ya sudah awalnya di gratisin tuh pada waktu itu, dan semakin lama semakin ramai.

Sehingga dia matok kayak tiket lagi dan ada peraturan lain kalau ingin main ke kontrakan belakang, yaitu ga boleh ganggu para penghuni kontrakan depan.

Semakin lama, semakin banyak yang penasaran, dan Rian punya tambahan penghasilan tuh, karena dalam satu minggu itu ada saja yang datang.

Banyak yang bilang bahwa kontrakan belakang itu memang angker, banyak indigo berkata bahwa memang disana masih ada orang yang bundir itu dan bergentayangan di kontrakan belakang.

Tapi, tanpa Rian sadari, tenyata gara-gara itu pula lah, kontrakan depan yang tadinya aman, tentram dan sentosa kini diganggu oleh orang yang bundir tersebut.

Mereka seperti mendengar suara yang aneh ketika malam, seperti ada sesuatu yang diseret di antara dua kontrakan yang saling berhadapan itu didepan sana. Bukan hanya itu saja, ada pula suara rintihan dari wanita yang terkadang terdengar orang beberapa penghuni kontrakan depan.

Terus, ada kejadian lagi, dimana ada beberapa penghuni yang pulang dari shift kedua ketika tengah malam, tiba-tiba sering ditampaki bayangan pertempuan yang berdiri dari balik jendela mereka.

Gorden kontrakan yang tipis, serta lampu lima watt yang menyala dari luar, membuat orang yang ada di dalam sana sering melihat bayangan tersebut, dan ketika dia membuka pintu, sosok itu menghilang.

Hal itu tentu aja membuat Rian panik, dia di komplain oleh para penghuni kontrakan akan hal tersebut, apalagi para penghuni kontrakan tahu, bahwa ada beberapa orang yang sering datang ke kontrakan belakang.

Share this thread

Read on Twitter

View original thread

Navigate thread

1/31